Skip to HeaderSkip to PostSkip to Footer

Pesan Terakhir Stephen Hawking sebelum Meninggal

Table of Content

    Pesan Terakhir Stephen Hawking sebelum Meninggal
    Stephen Hawking adalah salah satu ilmuan jenius di dunia abad 20 ini, Ia telah mengemukakan beberapa teori dan pernyataan kontroversial yang membuat dunia kagum sekaligus kaget. Contohnya saja Ia berhasil mengemukakan teori mengenai proses terbentuknya alam semesta yaitu melalui dentuman besar atau biasa disebut Big Bang Theory dan dia juga mengemukakan teori revolusionernya mengenai Black Hole.

    Stephen Hawking merupakan seorang Scientist Expert yang mendedikasikan sebagian umurnya untuk mempelajari alam semesta. Meskipun ia terkena penyakit langka yaitu amyotrophic lateral sclerosis (ALS) yang menyebabkan ia tidak bisa bergerak dan berbicara layaknya manusia normal, ia masih bisa berkomunikasi dan menyampaikan ilmunya menggunakan kursi roda pintar yang dilengkapi dengan Voice Synthesizer. Kegilaannya dengan science menyebabkan ia tidak mengenal Tuhan atau bisa dianggap ia adalah seorang Atheist. Salah satu ucapan yang membuat dunia geger adalah pernyataan bahwa Tuhan itu tidak ada.
    Pesan Terakhir Stephen Hawking sebelum Meninggal

    Stephen Hawking berjuang melawan penyakitnya dimulai umur 20 ketika ia divonis tidak akan berumur panjang, namun Stephen Hawking dapat berjuang untuk bertahan hingga ia meninggal pada umu 76 Tahun. Selama hidupnya, Hawking telah mengatakan banyak pesan pesan yang kontroversial mulai dari prediksi alam semesta, prediksi bumi dimasa depan, dan tentang invasi alien yang akan terjadi di masa depan.

    Berikut beberapa Pesan terakhir yang disampaikan sebelum Stephen Hawking meninggal dunia.

     

    Bumi Bisa Jadi Kering Seperti Venus.

    Pesan Terakhir Stephen Hawking sebelum Meninggal
    Dalam sebuah tayangan berjudul Stephen Hawking’s Favorite Places di awal tahun ini, yang dapat ditonton lewat situs CuriosityStream, fisikawan ulung ini menggunakan Venus sebagai contoh bahwa segalanya bisa menjadi buruk bagi sebuah planet.
    “Venus tak ubahnya Bumi dalam berbagai hal. Planet ini hampir memiliki ukuran yang sama dengan Bumi, mendapat paparan Matahari sedikit lebih banyak, juga memiliki atmosfer,” ujarnya. Dalam sebuah serial yang memasuki episode kedua tersebut, Hawking tampak masuk menelusuri Venus dengan menyibak awan berbahan dasar asam sulfur.
    Dari situ, ia pun menemukan bahwa tekanan di Venus mencapai hingga 90 kali lebih besar dibanding Bumi, yang dikatakannya cukup untuk menghancurkan kapal selam. Bukan hanya itu, suhu di dalamnya pun juga sangat tidak bersahabat, yaitu 462 derajat celsius.
    Menurutnya, kedua fenomena tersebut terjadi karena efek rumah kaca yang sudah tidak terkendali. Hawking pun secara terang-terangan menunjukkan kekhawatirannya akan hal tersebut yang bisa saja menimpa Bumi.

     

    Bumi akan Jadi berubah menjadi Bola Api pada tahun 2600

    Pesan Terakhir Stephen Hawking sebelum Meninggal
    Stephen Hawking pada November 2017 juga berbicara mengenai nasib Bumi di masa yang akan datang. Dia memperkirakan Bumi akan berubah menjadi bola api dalam 600 tahun ke depan, dan itu merupakan ulah manusia.
    Artinya, pada sekitar tahun 2600 bumi akan menghadapi bencana besar. Astrofisikawan kenamaan ini percaya bahwa membludaknya populasi di dunia yang diikuti oleh kebutuhan besar terhadap energi akan memicu kehancuran tersebut.
    Ia beranggapan bahwa para peneliti harus mulai mencari Bintang baru dengan planet yang mampu menjadi tempat hunian, dengan kawasan Alpha Centauri menjadi kandidat terbaik untuk mendukung misi penyelamatan ras manusia.
    “Untuk itu, para investor yang memiliki dana besar sangat dibutuhkan untuk mendukung proyek tersebut, yang akan memungkinkan manusia berada di sistem bintang lain,” ujarnya dalam Tencent Web Summit di Beijing, China.

     

    Khawatir akan Kecerdasan Buatan yang Berpotensi Memusnahkan Eksistensi Manusia
    Pesan Terakhir Stephen Hawking sebelum Meninggal

    Masih di akhir tahun lalu, Stephen Hawking kembali memperingatkan dunia bahwa perkembangan kecerdasan buatan semakin pesat dan nyata, dan akan menyalip kehebatan manusia.
    Meskipun ia tidak memberikan waktu yang spesifik kapan hal tersebut akan terjadi, namun Stephen meyakini bahwa kecerdasan buatan alias AI atau artificial intelligence akan menggantikan manusia secara seutuhnya.
    “Saya takut kecerdasan buatan akan menggantikan manusia secara keseluruhan. Mereka layaknya virus komputer yang dapat mengembangkan kemampuan dan mereplikasi diri,” ujarnya.
    Ia menambahkan, bahwa hal tersebut dapat memicu bentuk baru kehidupan yang akan membuat manusia tertinggal.
    Pernyataan dari Stephen Hawking tersebut diperkuat dengan laporan dari PricewaterhouseCoopers (PwC) bahwa empat dari sepuluh pekerjaan yang ada di dunia sangat riskan tergantikan oleh robot.

     

    Bumi Sudah Terlalu Kecil dan akan Ada Saat dimana Bumi ‘Overload’

    Pesan Terakhir Stephen Hawking sebelum MeninggalDi November tahun lalu, Stephen Hawking menginginkan era baru dalam dunia luar angkasa yang tidak lagi sekedar mengirimkan manusia ke Bulan, tapi ke planet-planet yang mungkin bisa menjadi habitat manusia.
    Astrofisikawan kawakan ini menegaskan bahwa program eksplorasi antariksa dengan tujuan melihat kemungkinan terhadap kolonisasi manusia menuju planet layak huni harus menjadi prioritas utama.
    Pernyataan tersebut sesuai dengan perkataannya sebelumnya, yang menjelaskan bahwa para peneliti harus memulai rencana untuk mencari rumah berikutnya bagi manusia mengingat kerusakan yang sudah dilakukan manusia kepada Bumi.
    “Saya percaya bahwa kita sudah sampai pada tahap di mana kita tidak bisa kembali lagi. Bumi sudah terlalu kecil bagi seluruh manusia. Populasi global yang terus meningkat menjadi alarm bahwa kita sedang mengarah pada kehancuran kita sendiri,” ujarnya
    Itulah pesan pesan yang ditinggalkan Stephen Hawking sebelum ia meninggal.
    Semoga Bermanfaat

    Comments

    Post a Comment

    This is a comment message for you.