Skip to HeaderSkip to PostSkip to Footer

Kenali Penyebab Infertilitas pada Kaum Pria Mulai Sekarang

Table of Content
    Kenali Penyebab Infertilitas pada Kaum Pria Mulai Sekarang

    Infertilitas merupakan suatu permasalahan yang sangat dikhawatirkan bagi sebagian besar pasangan suami istri di seluruh dunia. Keinginan mereka memiliki buah hati jadi terhambat karena masalah yang satu ini.

    Ada dua kemungkinan penyebab infertilitas. Bisa jadi dari pihak wanita ataupun pihak laki laki yang mengalami ketidaksuburan. Pemeriksaan Kesuburan pada kaum laki laki tak kalah pentingnya dibanding wanita, namun masih banyak pria yang mungkin malu untuk melakukan pemeriksaan kesuburan ke dokter sehingga sulit untuk di diagnosis apa yang menyebabkan pasangan suami istri tidak bisa memiliki buah hati.

    Pria yang merasa memiliki masalah dengan kesuburannya dapat berkonsultasi dengan mengunjungi dokter spesialis urologi dan andrologi. Dokter akan melakukan identifikasi masalah sekaligus melakukan tindakan yang dapat membantu untuk mengatasi kondisi tersebut.

    Beberapa Kemungkinan Penyebab Infertilitas pada Pria

    Beberapa hal yang bisa dijadikan pemicu terjadinya masalah kesuburan pada pria ada beberapa penyebab. Diantaranya adalah gangguan hormonal, fisik, ataupun psikologis

    Gangguan hormonal

    Kondisi ini ditandai dengan tingkat hormon yang terlalu tinggi atau rendah sehingga memengaruhi kesuburan, antara lain:
    • Hipotiroid : Kadar hormon tiroid yang rendah dapat menurunkan kualitas air mani, fungsi testis, dan mengganggu libido.
    • Hiperprolaktinemia : Kondisi hormon prolaktin yang tinggi. Kondisi ini ditemukan 10-40 persen pada pria yang tidak subur. Kadar prolaktin yang tinggi dapat mengurangi produksi sperma dan hasrat seksual, sekaligus menyebabkan impotensi.
    • Hipogonadotropik hipopituitarisme : Rendahnya produksi follicle stimulating hormone (FSH) dan lutenizing hormone (LH) dari kelenjar pituitari. Hal itu menyebabkan terganggunya perkembangan sperma dan menurunnya jumlah sperma dalam testis. Keadaan ini dapat memicu infertilitas pria.
    • Hiperplasia adrenal kongenital : Disingkat HAK terjadi saat kelenjar pituitari tertekan oleh kenaikan tingkat hormon androgen adrenal sehingga menyebabkan rendahnya produksi sperma, kurang aktifnya gerak sperma, serta banyaknya sel sperma yang berkembang tidak sempurna
    • Panhipopituitarisme : Kegagalan kelenjar pituitari secara total dimana terdapat kekurangan hormon pertumbuhan, TSH (thyroid stimulating hormone), dan tingkat LH dan FSH. Gejala-gejalanya antara lain testis yang berukuran normal atau kecil, impotensi, dan hasrat seks yang menurun.


    Gangguan fisik

    Masalah ketidaksuburan pada pria bisa disebabkan oleh berbagai gangguan fisik, mulai dari infeksi saluran kemih, ketidakmampuan sperma keluar, atau kelainan pada saluran sperma. Berikut ini beberapa masalah umum yang menyebabkan infertilitas pria:
    • Infeksi dan penyakit : Beberapa jenis infeksi dan penyakit tertentu, seperti radang testis dan saluran testis dapat mengganggu produksi atau kondisi sperma. Bahkan kemungkinan menghambat jalannya sperma. Di antaranya infeksi saluran kemih dan penyakit menular seksual seperti gonore dan sifilis.
    • Varikokel : Terjadinya pelebaran pembuluh darah dalam skrotum dan mencegah darah mengalir dengan baik. Varikokel terdapat pada sekitar 15-40 persen dari para pria yang sedang melakukan evaluasi masalah kesuburan.
    • Kelainan saluran sperma : Tabung yang membawa sperma atau saluran sperma dapat mengalami kerusakan lantaran cedera atau penyakit. Sebagian pria mengalami sumbatan pada testis yang menyimpan sperma atau hambatan pada satu atau kedua saluran yang membawa sperma dari testis.
    • Torsio testis : Yaitu kondisi dimana testis memutar di dalam skrotum secara ekstrim, biasanya dapat terlihat dari timbulnya pembengkakan. Torsio testis dapat menyebabkan gangguan aliran darah di dalam testis.
    • Penyakit genetik : Meski tidak banyak ditemukan, penyakit seperti fibrosis kistik atau kelainan bawaan tertentu dapat menyebabkan infertilitas pria.
    • Ejakulasi retrograde : Kelainan ini menyebabkan air mani memasuki kandung kemih, bukannya keluar dari penis saat ejakulasi. Kemungkinan penyebabnya yakni komplikasi dari operasi prostat, kandung kemih, atau saluran kemih. Selain itu bisa akibat efek samping obat tertentu atau penyakit diabetes.


    Gangguan kombinasi fisik dan psikologis

    Kondisi fisik dan psikologis seseorang memang sulit untuk dipisahkan, berbagai masalah fisik penyebab ketidaksuburan pada pria bisa diduga dari gangguan psikologis. Beberapa diantaranya adalah :
    • Impotensi : Bisa disebabkan oleh satu atau kombinasi beberapa faktor. Dulu kondisi ini dianggap sebagai masalah psikologis. Namun, penelitian terbaru menyebut ini sebagai masalah fisik yang kemudian diperburuk dengan masalah psikologis seperti stres, cemas, rendahnya rasa percaya diri, dan depresi.
    • Ejakulasi dini : adalah kondisi ketika seorang pria tidak dapat mengendalikan respons ejakulasi setelah penetrasi minimal 30 detik. Ejakulasi dini menjadi masalah kesuburan ketika ejakulasi terjadi sebelum penis benar-benar berada di dalam vagina.
    • Inkompetensi ejakulasi : Kondisi psikologis ini membuat seorang pria tidak mampu ejakulasi selama hubungan seksual, namun dapat melakukannya saat masturbasi.


    Beberapa Kemungkian Penyebab Lain

    Selain beberapa penyebab ketidaksuburan yang dapat dialami pria, ada beberapa kemungkinan lain, yaitu:
    • Kanker dan tumor : Keduanya dapat memengaruhi organ reproduksi secara langsung atau melalui gangguan terhadap kelenjar yang melepaskan hormon reproduksi, seperti kelenjar pituitari.
    • Pengobatan tertentu : Misalnya penggunaan kortikosteroid dalam jangka panjang, obat antijamur tertentu, terapi pengganti testosteron, obat-obatan kanker atau kemoterapi, dan beberapa obat lain yang dapat mengganggu produksi sperma dan mengurangi kesuburan laki-laki.
    • Tindakan operasi sebelumnya : Beberapa operasi dapat menyebabkan komplikasi yang menghambat keluarnya sperma pada saat ejakulasi, antara lain vasektomi, perbaikan hernia inguinalis, pembedahan skrotum dan prostat, serta operasi besar untuk menangani kanker pada testis dan anus.

    Berbagai Faktor yang Bisa Meningkatkan Resiko Infertilitas pada Pria

    Selain penyebab di atas, Berbagai faktor yang menyangkut gaya hidup dan pola makan juga berpengaruh pada tingkat kesuburan pria, terutama dalam produksi sel sperma. Faktor-faktor tersebut antara lain:
    • Pertambahan usia.
    • Kebiasaan merokok.
    • Konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan.
    • Penggunaan obat-obat terlarang.
    • Sering memakai celana dalam yang terlalu ketat.
    • Paparan zat-zat berbahaya, seperti pestisida, merkuri, logam berat, benzena, dan borium.
    Itulah beberapa kemungkinan penyebab infertilitas pada pria. Ada baiknya jika anda langsung menemui dan berkonsultasi dengan dokter ahli untuk mendiagnosis penyebab infertilitas lebih dalam

    Comments

    Post a Comment

    This is a comment message for you.