Skip to HeaderSkip to PostSkip to Footer

Cara Menciptakan Poe (Power Over Ethernet) Untuk Access Point

Table of Content
    Awalnya aku kira PoE ini yaitu PPoE hehe . tapi ternyata beda. PoE yang satu ini biasa di pakai untuk Access Point (AP) yang niscaya di taruh di daerah yang tinggi dan biasanya jauh dari jack listrik, padahal AP sendiri membutuhkan tenaga listrik untuk operasionalnya. Kita memang sanggup menambah kabel listrik dan menciptakan colokan listrik didekat posisi AP akan dipasang. Tapi, sebenarnya ada cara lain yang lebih murah dan lebih gampang untuk menyediakan listrik buat si AP, yaitu dengan teknik POE (Power over Ethernet). Kita manfaatkan kabel UTP untuk mengalirkan listrik. Gak perlu beli kabel listrik, gak perlu beli colokan! Gimana caranya? Yuk, kita pelajari..

    Konsep POE

    Gambar 1. Konsep POE

    Gambar 2. POE Adapter
    Pada intinya, konsep POE yaitu mengalirkan listrik melalui pair kabel UTP yang tidak digunakan. Seperti terlihat pada gambar di atas, kabel listrik (kabel hitam di nomor 1) dialirkan melalui satu kabel UTP (yang berwarna merah) dan kemudian sebelum mencapai AP, dipisah kembali. Listrik dialirkan lagi melalui kabel listrik dan dicolokkan pada power cord, sedangkan data dicolokkan pada port RG-45. Tujuannya : menghemat space di box Client biar kita tidak perlu lagi menciptakan DC Power Suplay dan tidak perlu pusing akan banyaknya kabel yang bikin tidak rapi alias berantakan.
    Gambar 3. POE dan Non POE

    Ada dua konsep POE : pertama, memakai POE adapter (seperti pada gambar 1 dan 2). Di toko komputer di jogja harganya berkisar antara Rp. 130.000 sampai Rp. 350.000. Kelebihannya, gak perlu repot, tinggal pasang dan selesai. Cuman ya, perlu sedia modal untuk sanggup membelinya. Nah, konsep kedua, yaitu bikin POE sendiri.

    Bikin sendiri POE
    Pertama yang perlu kita ketahui yaitu mengerti dengan susunan Kabel UTP yang terhubung ke AP. Serat kabel UTP yang dipake untuk send and receive data yaitu kabel bernomor 1, 2, 3 dan 6. Kaprikornus kabel nomor 4, 5, 7, dan 8 tidak digunakan. Nah, pada kabel inilah nantinya arus listrik dialirkan. Biar jelasnya tolong perhatikan gambar ini.
    Gambar 4. Susunan straight UTP
    Nah kini kita buat biar kabel 4 dan 5 (kita pake dua kabel sekaligus, biar tahanannya lebih besar) untuk arus (+) dan kabel 7, 8 untuk arus (-). Perhatikan dulu gambarnya :
    Nah nanti kabel diujung satu kita rangkai dengan kabel power untuk konektor sedangkan diujung satunya kita rangkai dengan kabel adaptor.
    Klo sudah dirangkai menyerupai gambar di atas, tinggal kita rapikan dan bungkus dengan solasi..
    Dari beberapa sumber, pembuatan POE secara sederhana menyerupai ini memang sangat memungkinkan terjadinya penurunan tegangan output. Untuk memastikannya anda sanggup ukur berapa tegangan yang keluar dari konektor dengan memakai voltmeter. Berdasarkan pengalaman, pembuatan POE dengan panjang sekitar 20-30 meter akan menimbulkan penurunan tegangan 1-3 volt (tergantung pada kualitas kabel UTP yang kita pakai).

    Karenanya, jikalau kita ingin menciptakan POE untuk jarak yang panjang lagi, perlu kita perhitungkan berapa penurunan tegangan yang mungkin terjadi. Untuk membantu kita memperkirakannya, ada akomodasi kalkulator POE disini : http://blog.fosketts.net/toolbox/power-ethernet-calculator/. Silahkan dicoba dan mari kita berkreasi...

    Comments

    Post a Comment

    This is a comment message for you.